Harga alat kontrasepsi yang diproduksi dan dipasarkan Indonesia termasuk yang paling murah di kawasan Asia.
"Kalau dibandingkan dengan di negara lain di sini termasuk yang paling murah. Dengan kualitas yang sama bagus tentu," kata Siswanto Agus Wilopo, Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) seperti dikutip ANTARA, Selasa (19/2).
Di Indonesia, kata dia, harga satu blister pil KB untuk konsumsi satu bulan hanya Rp2.000 sedangkan di Malaysia harganya mencapai 22 ringgit (1 ringgit sekitar Rp2.600-Rp2.700).
"Alat kontrasepsi injeksi untuk tiga bulanan di Indonesia hanya Rp6.000, IUD dengan masa kegunaan 12 tahun harganya Rp20 ribu di sarana pemerintah dan Rp80 ribu di sarana swasta serta implan untuk tiga tahun Rp200 ribu," katanya.
Meski tidak menyebutkan harga alat kontrasepsi injeksi, IUD dan implan di negara lain di kawasan Asia harga alat kontrasepsi tersebut bisa dipastikan tetap yang paling murah di kawasan Asia.
"Jika dibandingkan dengan negara lain di Asia masih yang paling murah. Pesaing yang cukup berat hanya India tetapi itu karena mereka memang memberikan banyak insentif untuk produsen dalam negerinya," katanya.
"Di sini bisa murah karena tenaga kerjanya murah, bahan baku yang dibeli dari Cina juga murah," demikian Siswanto.
http://health.kompas.com