Sekitar sepertiga wanita pekerja di parlemen Finlandia menyatakan menderita gara-gara pelecehan seksual yang mereka terima di tempat kerja. Demikian sebuah badan pengawas legislatif menyebutkan.
Sekitar 100 wanita yang memberi tanggapan atas kuestioner yang diberikan, 32 mengaku pernah mendapatkan lontaran kata-kata tidak senonoh dan 7 orang lainnya pernah diajak melakukan hubungan seksual. Sekurangnya 40 persen, para wanita yang merasa dilecehkan secara seksual ini mengaku pelakunya adalah para anggota parlemen.
Sayang, para anggota parlemen tidak ditanya tanggapannya atas survei ini. “Ini bukan masalah besar,” ujar Marianne Kinnunen, seorang penasihat senior di Eduskunta, yang juga anggota Parlemen Finlandia.
Marianne justru mengatakan bahwa hal seperti ini (pelecehan seksual) merupakan kejadian biasa, hal yang lumrah yang terjadi di beberapa tempat kerja lain di Finlandia. Dan tidak memungkiri pula badan legislatif merupakan wilayah yang bukannya bebas pelecehan seksual semacam.
45 pria yang memberi respon terhadap survei ini, 9 menjawab dengan bahasa yang tidak senonoh dan tidak seorang pun pernah diajak melakukan hubungan sekes.
Parlemen Finlandia merupakan salah satu lembaga yang anggota perempuannya cukup banyak di dunia, sekitar 41.5 persen. (REU)
http://health.kompas.com