Pernikahan Bisa Selamatkan Laki-laki dari Impotensi
Menurunnya produksi testosteron pada laki-laki adalah hal yang tidak bisa dihindari, baik karena faktor usia dan gaya hidup. Menikah bisa menjadi cara ampuh untuk menyelamatkan fungsi seksual akibat berkurangnya hormon seks tersebut.
Berbagai penelitian membuktikan, pernikahan bisa membuat sebagian besar laki-laki merasa hidupnya lebih bahagia. Kalaupun ada yang tidak bahagia, maka hal itu termasuk penyimpangan karena jumlahnya pasti tidak sebanyak laki-laki yang bahagia dengan pernikahannya.
Kabar baiknya adalah, perasaan lebih bahagia bisa membuat para lelaki lebih sehat secara mental maupun fisik. Secara mental, kebahagiaan itu sendiri bisa menyingkirkan stres sedangkan secara fisik laki-laki yang bahagia cenderung menjalankan gaya hidup yang lebih sehat.
"Laki-laki yang menikah cenderung lebih menjaga berat badan dan sering mendapat pujian dari pasangan kalau makannnya sehat. Pernikahan bagus untuk kesehatan mental. Dan tentunya, kehidupan seks yang sehat penting untuk kesehatan fisik dan emosional," kata Dr Manny Alvarez dalam salah satu tulisannya, seperti dikutip dari Foxnews, Jumat (6/7/2012).
Dalam kaitannya dengan fungsi seksual, berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa kadar testosteron pada laki-laki menikah cenderung lebih besar daripada laki-laki yang masih melajang. Makin tinggi kadar hormon seks tersebut, fungsi seksual laki-laki akan semakin terpelihara.
Secara alami, testosteron sebenarnya akan menurun seiring bertambahnya usia. Penelitian terbaru bahkan menunjukkan, gaya hidup tidak sehat seperti merokok, sering stres dan kurang olahraga bisa mempercepat berkurangnya produksi testosteron sehingga laki-laki lebih rentan impotensi.
Setidaknya menurut Dr Alvarez, pernikahan bisa sedikit memperlambat penurunan kadar testosteron akibat proses penuaan. Meski hormon tersebut tetap akan berkurang, gaya hidup sehat pada laki-laki menikah akan menjaga agar efek tersebut tidak muncul lebih cepat dari yang seharusnya.
http://health.detik.com