Wednesday, October 31, 2012

Tertular Akibat Selingkuh dengan Istri Teman?

Seorang laki-laki berumur 35 tahun beristri dengan usia 31 tahun mengalami masalah pada alat kelamin, terasa gatal, perih, dan sakit. Kalau kencing kadang-kadang sakit. Katanya, sudah periksa ke dokter dan diberi obat. Meski sudah minum obat tersebut, gejala itu masih ada.

Penyakit apakah dialaminya ini? Bisakah disembuhkan? Katanya, dia memang pernah melakukan hubungan seks dengan seorang teman kantor, istri temannya. Jadi bukan wanita bayaran. Apa mungkin tertular penyakit dari temannya itu? Apakah berarti dia mengalami penyakit kelamin?

Kalau berhubungan seks dengan istri, apakah berbahaya bagi istrinya? Sekarang sang istri sedang hamil kedua, baru tiga bulan. Apakah berbahaya bagi anak yang dikandung istri? Apakah sebaiknya saya tidak melakukan hubungan dengan istri? Apakah anak sang anak nantinya bakal lahir cacat?”

Kemungkinan PMS
Prof. Dr. Wimpie Pangkahila, Sp.And, seksolog dan androlog dari Universitas Udayana, Bali menjawab dengan jelas. Gejala yang dialami, yaitu gatal, perih, sakit, menunjukkan bahwa ada sesuatu yang tidak normal pada kelamin. Gejala ini tampaknya berhubungan dengan infeksi pada kelamin.

Penyakit menular seksual (PMS) menunjukkan gejala seperti itu, misalnya gonorea dan infeksi clamydia, walaupun juga disertai keluarnya cairan. Infeksi pada kelamin terjadi melalui hubungan seksual.

Kemungkinan si pria tertular dari teman sekantor tentu tidak dapat dikesampingkan. Artinya, bukan tidak mungkin teman itu mengidap salah satu penyakit pada kelamin, sehingga dapat menularinya.

Jadi kalau benar mengidap PMS, padahal hanya melakukan hubungan seksual dengan istri dan teman itu, berarti dialah yang menulari. Tidak mungkin tertular dari istri, bukan?

Ada juga kemungkinan lain, gejala itu bukan PMS, melainkan karena gangguan lain, misalnya karena ada pembentukan batu pada saluran kencing. Gejala yang muncul juga seperti yang dialami, perih dan sakit di dalam penis.

Ini berarti tidak selalu mudah menentukan apa yang sebenarnya dialami hanya dengan berdasarkan gejala itu. Untuk memastikan, tentu diperlukan pemeriksaan, termasuk pemeriksaan laboratorium

Pakai Kondom
Bahaya atau tidaknya terhadap istri yang sedang hamil, tentu tergantung kepada apa yang sebenarnya dialami. Kalau hanya mengalami gangguan pada saluran kencing karena ada pembentukan batu misalnya, tidak ada akibat apa pun yang akan dialami istri dan janin di rahimnya.

Sebaliknya, kalau mengalami infeksi kelamin karena salah satu PMS, tentu hubungan seksual tidak boleh dilakukan agar tidak menulari istri, di samping agar tidak berisiko mengakibatkan gangguan pada janin.

Prof. Wimpie menyarankan agar si pria memeriksakan diri untuk mendapat kepastian apa yang sebenarnya dialami. Tanpa pemeriksaan, sulit menentukan apa yang terjadi sebenarnya.
Setelah itu barulah mendapat pengobatan yang tepat. Sebelum mendapat kepastian, bila si pria dan istri sepakat akan melakukan hubungan seksual, sebaiknya gunakanlah kondom.

http://health.kompas.com